Linier layout android

Linier Layout Horisontan

Dengan menggunakan Linear Layout setiap komponen atau elemen yang akan digunakan untuk merancang aplikasi android disejajarkan dalam satu arah saja, yaitu secara horizontal atau vertical.

Tag pembuka dari Linier layout adalah < LinearLayout > dan tag akhirannya yaitu </LinearLayout> .  Untuk menentukan horizontal atau vertical tag atau atribut yang dipakai yaitu android:orientation.

Contoh sederhana Linier layout horinsontal :

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent"
    android:orientation="horizontal"
    tools:context=".MainActivity"
    android:background="#03A9F4">
    <TextView
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="match_parent"
        android:text="Muhammad Amfahtori Wijarnoko"
        android:textColor="#000"
        android:background="#009688" />
    <TextView
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="match_parent"
        android:text="170441100012"
        android:textColor="#000"
        android:textAlignment="center"
        android:background="#FFEB3B" />
    <TextView
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="match_parent"
        android:text="Sistem Informasi 2017"
        android:textColor="#000"
        android:textAlignment="center"
        android:background="#FF5722"/>
    
</LinearLayout>

Hasil : 

Linier layout android

Linier Layout Vertikal

Dengan menggunakan Linear Layout setiap komponen atau elemen yang akan digunakan untuk merancang aplikasi android disejajarkan dalam satu arah saja, yaitu secara horizontal atau vertical.

Tag pembuka dari Linier layout adalah < LinearLayout > dan tag akhirannya yaitu </LinearLayout> .  Untuk menentukan horizontal atau vertical tag atau atribut yang dipakai yaitu android:orientation.

Contoh sederhana Linier layout :



<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="wrap_content"
    android:orientation="vertical"
    tools:context=".MainActivity"
    android:background="#03A9F4">
    <TextView
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="Muhammad Amfahtori Wijarnoko"
        android:textColor="#000"
        android:textAlignment="center"
        android:background="#009688"
        android:layout_marginTop="10dp"
        android:layout_marginLeft="16dp"
        android:layout_marginRight="16dp" />
    <TextView
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="170441100012"
        android:textColor="#000"
        android:textAlignment="center"
        android:background="#FFEB3B"
        android:layout_marginTop="10dp"
        android:layout_marginLeft="16dp"
        android:layout_marginRight="16dp" />
    <TextView
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="Sistem Informasi 2017"
        android:textColor="#000"
        android:textAlignment="center"
        android:background="#FF5722"
        android:layout_marginTop="10dp"
        android:layout_marginBottom="10dp"
        android:layout_marginLeft="16dp"
        android:layout_marginRight="16dp" />
    
</LinearLayout>



Hasil : 


Metode SAW (Simple Additive Weighting )

Simple Additive Weighting (SAW)

Pengertian :

Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot.
Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut (Fishburn, 1967)(MacCrimmon, 1968).
Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada


Langkah-langkah : 
  1. Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan.yaitu (Ci).
  2. Menentukan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria.
  3. Membuat matriks keputusan berdasarkan kriteria(Ci), kemudian melakukan normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut (atribut keuntungan ataupun atribut biaya) sehingga diperoleh  matriks ternormalisasi R.
  4. Hasil akhir diperoleh dari proses perankingan yaitu penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik sebagai solusi(Ai)
Rumus : 


Dimana :
r_ij=rating kinerja ternormalisasi
〖Max x〗_ij= nilai maksimum dari setiap baris dan kolom
〖Min x〗_ij  = nilai minimum dari setiap baris dan kolom
x_ij= baris dan kolom dari matriks

Mencari nilai alternatif untuk setiap prefensi :
:
Dimana :
V_i= Nilai akhir dari alternatif
w_j= Bobot yang telah ditentukan
r_ij= Normalisasi matriks

Nilai Vi yang lebih besar besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih

Pengertian SPK (Sistem Pendukung Keputusan)

Pengertian SPK (Sistem Pendukung Keputusan)



Image result for apaitu spk


Pengertian Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung keputusan adalah sebuah sistem yang dapat membantu seseorang dalam pengambilan keputusan dari berbagai jenis pilihan yang dilakukan secara akurat dan sesuai dengan sasaran yang diinginkan
Bab
Penjelasan
Sejarah
Konsep Sistem Pendukung Keputusan atau Decision Support System pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System. Definisi dari Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur (Daihani, 2001).
Definisi
Menurut Mann dan Watson, Sistem Penunjang Keputusan adalah Sistem yang interaktif, membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah-masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
Tujuan
1.      Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur.
2.      Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3.      Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.

Kategori

Kategori